Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

panjikristo's corner Praedica Verbum Opportune, Importune

ReviewReviewReviewAug 3, '10 12:42 AM
for everyone
Category:Books
Genre: History
Author:G. Lini Hanafiah
Pengalaman hidup bisa manis, bisa pahit. Namun pengalaman adalah guru yang terbaik. Kita bisa belajar banyak dari pengalaman masa lalu agar langkah ke depan bisa menjadi lebih baik, asalkan kita mau jujur terhadap diri sendiri dan bijak dalam bertindak.

Melukiskan kisah perjalanan hidup membutuhkan kejujuran dan keberanian tersendiri karena apa yang telah tertulis tetaplah tertulis. Dan hal ini bisa memancing rasa tidak senang terhadap pribadi penulis. Ada konsekwensi dari apa yang telah tertulis, antara lain siap dicela, di maki, di benci bahkan dimusuhi atau mungkin sebaliknya.

My Life is an Open Book mengangkat kehidupan sang penulis sendiri yang pahit dimasa lalu. Seperti yang tersurat pada judul bukunya, sepertinya sang penulis cukup berani untuk menelanjangi dirinya sendiri, menelanjangi keluarganya da setiap orang yang pernah berelasi dengannya. Aibkah yang ia tebarkan?

Hubungan yang kurang harmonis dengan sang mama mengisi halaman-halaman pertama buku ini. Demikian pula proses pencarian jati dirinya pun tanpa bimbingan sang mama apalagi saat papanya meninggal. Ia merasa dikucilkan dan tidak dianggap, sehingga Ia lebih banyak belajar hidup dari jalanan daripada dari rumah.

Pegangan Hidup

Dalam pencarian jatih dirinya, ia tiba pada kekosongan dirinya. Ia meyadari betapa dangkalnya pemahaman agamanya dan betapa kering kehidupan religiusnya, yang telah di pendamnya sejak usia belasan tahun. Selama ini ia hanya ikut-ikutan saja tanpa tahu makna dan tujuannya. Ia berusaha mencari kedamaian hati, yang datang dari Tuhan.

Hidup adalah suatu pilihan. Kita harus memilih diantara banyak pilihan yang ada. Mengambil keputusan memang tidak mudah, itulah sebabnya seringkali kita disebut sebagai seorang pemberani ketika berani mengambil suatu keputusan. Pilihan memang harus diambil ketika kita berada dipersimpangan jalan bahkan ketika harus memutuskan hubungan dengan keluarga dan menentukan pegangan hidup serta iman yang harus dipegangnya. Ia bertanya, berdialog dan berdiskusi dengan siapa saja, tentang iman apa saja, hingga memang hanya doalah yang bicara dan memutuskan apa yang harus diputuskan. Dan pada akhirnya ia pun memutuskan memeluk agama yang diyakininya hingga saat ini. Keputusan besar yang telah diambilnya telah banyak mengubah hidupnya.

Saat ia menjadi seorang ibu ketika hadirnya dua malaikat kecil dalam kehidupannya, iapun juga harus berani memutuskan apa yang harus dilakukan hingga menjadikan ibu rumah tangga sebagai karir.

Kasih memang tiada batas, namun semua itu dapat dijalankan jika ada cinta satu sama lain. Bukan cinta yang pasif, tapi yang aktif. Karna cinta adalah kata kerja. Cinta memberi dan berbagi. Itulah yang membuat hidup ini bermakna. Dari ketika kita mampu mencinta, kita akan lebih memahami bahwa Tuhan milik semua, baik yang jahat maupun yang baik.

My life is an open book adalah sebuah kisah kejujuran untuk berani terbuka dan memaknai kejadian baik dan buruk yang telah menimpanya. Namun harus diakui, dengan berani terbuka sang penulis mengijinkan orang lain yang berada di luar akan bisa melihat ke dalam, ke sisi gelap hidupnya dan mereka yang berelasi dengannya. Ia juga siap untuk menerima penilaian bahkan kritikan dari luar.

My life is an open book adalah suatu keberanian untuk menelanjangi diri sendiri ketika harus bersikap terbuka demi suatu makna yang lebih dalam. .

Panjikristo/KUASA DOA Juli 2010


thegaris wrote on Aug 3, '10
tengkiyu maaasss...
muach muach!
Add a Comment
How would you rate this book? (optional)
0 out of 5 stars