 | (Sangat) tidak mudah bisa menjalani hidup perkawinan dengan pasangan yg tidak seiman tanpa ada benturan dan tantangan. Mereka yg berhasil menjalaninya , pasti sudah punya kesiapan yg matang. Karena itulah , tetap lebih diharapkan menikah dengan yg seiman. |
 | mariariri wrote on May 6, '09, edited on May 6, '09 Iya, idealnya memang seiman.. tp kadang koq susyah ya..?
Perkawinan beda agama pernah dialami keluargaku. Ayah ibuku menikah secara katolik tp ayahku tetep pada agamanya. Saat masih kecil, aku n adik2 ga maksimal dididik secara katolik coz mama sungkan ma keluarga besar ayahku.. so aku cuma belajar agama di sekolah sminggu sekali n ke Gereja ala kadarnya ( aku baru ikut sekolah minggu klas 5 SD n dibaptis kelas 1 SMP). Tp, dgn Berkat Tuhan... akhirnya pas aku kelas 2 SMP, ayahku ikut katekumen n setahun kemudian Papa dibabtis. Dgn baptisnya Papa, hubungan keluargaku ma Keluarga besar Papa jd renggang n mpe skr hubungan itu ga bisa sedekat dulu ( walo udah baik).
Aku bisa merasakan, perbedaan dlm sebuah keluarga tuh merupakan PR yg ga mudah n perlu kematangan, perjuangan n tenggang rasa yg luar biasa |
 | Tapi yg positifnya dari Papa Riri , berani menentukan pilihan meski berakibat hubungan dengan keluarga besarnya merenggang. Dan menurut aku , hubungan didalam keluarga inti (ayah , ibu dan anak) lah yg utama , baru kemudian keluarga besar. |
 | Kejadian atau pengalaman kita di dunia akan selalu ada hikmahnya. Segala sesuatu mempunyai maksud dan arti. Sejauh mana kita peka akan karya penyelenggaraan Ilahi. Ketika papa Riri menikah, itu mungkin sudah merupakan jalan Tuhan yang seringkali tidak kita mengerti pada awalnya. Seperti Riri yang akhirnya mau di baptis, itu merupakan suatu karunia dan misteri tersendiri. Jalani yang telah ada (Ada juga sih yang bilang, itu sudah digariskan oleh Tuhan). Sang Junjungan kita pernah berkata bahwa kita akan berseteru dengan keluarga dalam namaNya (sy lp ayatnya). Cepat atau lambat segala sesuatu akan berjalan ke arah yang lebih baik, jika kita tetap berpegang padaNya. |
 | Yups, hidup adalah sebuah misteri :) |
 | Daku setuju jika seiman itu akan memperkecil pergesekan yg mungkin akan menimbulkan keretakan atau perpecahan dalam sebuah keluarga. Yg pasti dalam sebuah kehidupan rumah tangga, komunikasi itu penting ... bagaimana satu orang bisa berbicara dgn pasangannya & pasangannya mendengarkan, demi kian juga sebaliknya. Dan hal ini perlu campur tangan Tuhan dan keterbukaan jiwa kita agar Tuhan mengatur hal ini. |
 | Dengan bahasa dan iman yang sama maka komunikasi tersebut akan lebih mudah tercipta. GBU |
| |